SUSTAINING CULINARY MSMEs THROUGH ADAPTIVE STRATEGIES IN ECONOMIC CRISIS
Kata Kunci:
culinary MSMEs, adaptive strategies, digital transformation, economic crisis, community engagementAbstrak
Penelitian ini mengkaji bagaimana usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner mempertahankan operasionalnya di tengah krisis ekonomi, dengan fokus khusus pada pandemi COVID-19. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memahami strategi adaptif yang memungkinkan bisnis tetap bertahan di tengah gangguan signifikan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan mengintegrasikan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi langsung terhadap pemilik dan karyawan UMKM kuliner. Metode ini menangkap dimensi strategis, operasional, dan manusiawi dari adaptasi yang tidak sepenuhnya tergambar melalui data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital, diversifikasi produk, dan keterlibatan komunitas merupakan strategi bertahan yang paling penting. Usaha yang dengan cepat memanfaatkan platform daring untuk penjualan dan pemasaran mengalami peningkatan pendapatan hingga 30% dibandingkan yang tidak melakukan adaptasi serupa. Kemitraan dengan komunitas—terutama dengan petani dan pemasok lokal—menjamin stabilitas rantai pasok serta memperkuat ketahanan usaha. Studi kasus menegaskan bahwa kelincahan operasional, ketahanan emosional, dan keterlibatan pelanggan aktif melalui saluran digital menjadi faktor penentu dalam mempertahankan arus pendapatan dan loyalitas pelanggan. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam bentuk bantuan finansial, program pelatihan, dan fleksibilitas regulasi. Hasil ini memberikan kontribusi pada diskursus praktik bisnis berkelanjutan dengan menunjukkan bahwa ketahanan tidak hanya bergantung pada sumber daya finansial, tetapi juga pada inovasi, adaptabilitas, dan ikatan komunitas yang kuat. Temuan ini dapat diterapkan oleh pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk merancang strategi yang memperkuat keberlanjutan, signifikansi budaya, dan kontribusi ekonomi sektor ini.








