ANALYSIS OF THE BUDGET SURPLUS (SiLPA) IN THE ACEH REVENUE AND EXPENDITURE BUDGET
DOI:
https://doi.org/10.65788/greatjournal.v3i3.134Kata Kunci:
Anggaran, Pendapatan, Belanja, SiLPA, PADAbstrak
Suatu bentuk pertanggungjawaban dari pemerintah daerah terhadap seluruh pelaksanaan program maupun kegiatan adalah dengan dihasilkan perhitungan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) merupakan bagian dari penerimaan pembiayaan untuk menutup defisit atau untuk memanfaatkan surplus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui SiLPA dan aspek yang menyebabkan terjadinya SiLPA. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu dokumen yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) berupa Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada APBA selama periode 2018-2025 dengan angka yang naik turun. Nilai SiLPA yang besar mengindikasikan rendahnya komitmen dan profesionalitas aparatur pelaksana publik. Nilai SiLPA terbesar pada 2020 senilai Rp.3.969.617.354.782 diikuti tahun 2021 yaitu senilai Rp.3.933.680.612.390. Nilai SiLPA terendah dapat dilihat pada tahun 2024 senilai Rp 530.262.155.634 diikuti tahun 2021 yaitu senilai Rp 990.987.381.464. Jika dilihat dari pertumbuhan SiLPA maka pertumbuhan terbesar pada tahun 2025 dengan tingkat pertumbuhan 160% atau hampir 3 kali lebih besar dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2024. Sedangkan pertumbuhan SiLPA terkecil pada 2022 dengan tingkat pertumbuhan -67% lebih kecil dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2021. Aspek yang menyebabkan terjadinya SiLPA di Aceh selama periode 2018-2025 ialah karena pelampauan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melebihi target. PAD yang melampaui target ini berasal dari pada pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan juga lain-lain pad yang sah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Global Research in Economics and Advance Theory (GREAT)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.









